Sabtu, 22 April 2017

Berbagi Kisah

Saya ingin membagi kisah yang baru saja saya alami kepada teman-teman yang saya sayangi dan berharap kejadian yang saya alami tidak terjadi kepada mereka semua. Amin. Tujuan saya menulis kisah ini semata-mata untuk berbagi kisah, bukan mengumbar kesedihan. Semua berawal tepat di hari ulang tahun saya kemarin, hari Kamis tanggal 20 April 2017.
Sebelumnya, saya mengalami Hari Pertama Mens Terakhir (HPHT) pada sebuah tanggal di bulan Maret 2017. Saya memiliki sejarah mens teratur dengan siklus yang selalu maju dari HPHT. Pada bulan April ini, hingga sebulan lebih dari tanggal HPHT saya tak kunjung mengalami menstruasi. Saya dan suami berinisiatif untuk membeli testpack (TP) dengan 3 merk yang berbeda. Alhamdulillah... Segala puji bagi Allah SWT. Stip dua di semua merk TP. Dengan tingkat ketajaman warna 70%. Positif hamil. Hal yang ditunggu-tunggu oleh saya dan suami sebagai pasangan menikah. Bayangan ke depan sudah terpancar sedemikian rupa. Kami bahagia, dan itu wajar. Kebetulan saat itu hari Minggu, jadi sore nanti saya harus kembali ke Bojonegoro untuk kembali bertugas esok harinya. Karena suami was-was dengan kondisi jalan yang "ada yang baik dan ada yang kurang baik" maka diputuskan siang hari itu juga suami yang akan mengantar saya dengan kendaraan pribadi. Tentu saja setelah membatalkan tiket travel yang saya pesan. Singkat cerita, hari Senin kami langsung memeriksakan hal ini ke dokter kandungan di RSIA Fatma Bojonegoro. Sebagai pasien terakhir karena kami berniat memeriksakan kehamilan ini di hari Sabtu, tetapi karena satu dan dua hal kami sepakat saja Senin itu mendadak periksa. Hehehe. Saya di-USG oleh dr. Jihan, Sp. Og. Setelah diberi vitamin, saya disuruh kembali lagi dua minggu lagi atau hari Sabtu tanggal 22 April 2017. Baik Bu Dokter. Kemudian saya dan suami makan siang, suami mengantar saya kembali ke kantor dan suami saya pulang ke Jogja lagi. Terima kasih suamiku. Hehehe. Singkat cerita lagi, saya ingin semampu saya menjaga kehamilan pertama saya ini, rajin browsing dan bertanya tentang nutrisi yang baik untuk trimester pertama: khatam. Semampu saya, sebisa saya yang cuma sendirian di perantauan, saya selalu mengupayakan nutrisi yang baik untuk si calon buah hati yang sudah saya ajak bicara tiap malam hari sebelum tidur. Iya, saya bahkan sudah jatuh cinta sebelum bertemu dia. Saya sudah menandai Al-Quran untuk memberi tanda surah-surah utama yang baik dibaca oleh Ibu Hamil. Tiap saya mengaji, saya bertanya kepadanya apakah dia menyukai jika ibunya mengaji? Saya yakin calon buah hati saya menjawab iya. Selama kehamilan saya yang saya tahu saya jalani selama 12 hari ini, dia adalah anak yang sangat tidak merepotkan. Saya tidak mengalami gejala morning sickness... Saya doyan makan seperti biasa. Hanya sedikit pusing jika terlalu lama duduk kemudian berdiri, atau berubah posisi dari duduk bersandar ke duduk tegap, serta mudah capek. Itu saja. Selebihnya dia anak baik yang sangat suka jika ibunya mengaji. Iya, saya jadi meningkatkan intensitas saya mengaji. Singkat cerita lagi, hari ulang tahun saya tiba. Saya bangun malam untuk sholat malam, berdoa untuk segala, termasuk mendoakan janin yang sedang saya kandung agar tumbuh sehat dan lahir dengan selamat. Amin. Paginya saya berangkat kantor seperti biasa, dengan bekal air rebusan kacang hijau yang saya beri gula jawa agar sedikit enak rasanya. Hehehe... Tidak ada keluhan yang berarti. Hingga kira-kira sekitar pukul 09.30 WIB saya kebelet buang air kecil (BAK). Kaget. Ada flek. Saya izin ke Kasubsi saya, Bu Ida, untuk istirahat di musholla. Saya pikir masih wajar karena hal ini lumrah terjadi di kehamilan awal sebagai proses melekatnya janin di dinding rahim. Saya juga WA teman SMA saya yang menikah satu hari sebelum hari pernikahan saya di bulan Desember 2016 yang kebetulan juga tengah mengandung dan dia juga mengalami flek. Saya tenang. Saya spontan izin pulang cepat untuk istirahat saja di rumah dinas belakang kantor. Saya pakai untuk tiduran dan berdoa. Saat duhur saya BAK lagi dan melihat flek semakin banyak. Terus terang, hidup sendirian di rantau dan mengalami kejadian seperti ini saya panik. Saya menelepon Bu Ida minta tolong diantar ke UGD RSIA Fatma. Kepada perawat saya ceritakan keluhan saya, disuruh balik lagi jam 4 sore menunggu prakter dokter sore. Oke. Saya pulang, BAK lagi. Dan keluar gumpalan. Sudah... Saat itu saya pasrah. Suami sudah di perjalanan menuju Bojonegoro waktu itu dan meminta saya untuk tetap tenang. Bagaimana bisa? Jam 4 sore saya kembali lagi ke RSIA Fatma dengan diantar Bu Ida Kasubsi saya dan diperiksa oleh dr. Askan, Sp. Og. Kantong kehamilan masih ada, saya diberi obat penguat. Saya pulang dengan kondisi sedikit lebih tenang. Namun saat itu saya sudah pasrah apapun yang terjadi. Malam harinya suami saya datang. Sedikit drama saat itu, tapi sebisa mungkin ia menenangkan saya. Saya tidur. Kemudian paginya saya bangun dan takut BAK. Oh iya, malam itu juga saya langsung minum obat penguat. Suami berkata kepada saya agar jangan takut BAK, apapun yang terjadi pasrah. Semua sudah ditakdirkan Allah SWT. Saya BAK, keluar daging muda. Astaughfirullah. Lemes saat itu. Suami refleks telepon dr. Askan, Sp. Og karena Pak Dokter pun termasuk dokter yang kooperatif dan informatif bahkan bilang kepada saya kalau ada apa-apa langsung telepon ke nomor beliau. Dokter Askan menyarankan saya langsung periksa pagi itu juga. Kebetulan pagi itu, pagi di Hari Kartini 2017 dr. Jihan, Sp. Og yang pratek. Saya mendapat urutan nomor 4. Saya pasrah... Begitu di-USG, kantong kehamilan saya sudah tidak ada. Saya mengalami keguguran. Saat itu saya sudah mempersiapkan mental. Pasrah, ikhlas. Dokter menyarankan untuk langsung di-kuretase hari itu juga. Bismillah... Jadwal kuret siang ditunda sore hari karena pembuluh darah saya yang tipis sudah disuntik jarum bayi bahkan sampai 14 kali selalu pecah. Sabar. Saya disuruh makan dan minum yang banyak. Singkat cerita sore hari dengan hanya satu suntikan, anestesi berhasil masuk. Saya berasa naik roller coaster. Saya dikuret pukul 18.30 WIB setelah Dokter Jihan melakukan operasi dan hanya sekitar 10 menit selesai tapi kata suami baru satu jam kemudian saya mengigau dan satu jam kemudian saya sadar seutuhnya. Total dua jam saya baru sadar 100%. Hehehe. Saya bahkan tak tahu sama sekali kalau teman-teman kantor menengok saya saat itu.
Saya percaya, anak baik itu pergi atas kehendak Allah SWT. Dia tetap anugerah Allah dan saya bersyukur sempat bersama ia selama 6 minggu meski saya baru tahu kalau ada dia saat usianya 4 minggu. Saya tidak meratap, saya harus mengevaluasi diri. Saya tidak boleh terlalu capek. Karena trimester pertama adalah masa yang cukup rawan bagi ibu hamil. Sepertinya saya kuat-kuat saja, tetapi janin saya berkata tidak. Maafkan Ibu, Nak.
Tulisan ini saya ketik di hp sambil tiduran. Maaf kalau EYD dan SPOK nya berantakan.

Kamis, 20 April 2017

terima kasih untuk 26 tahun yang baik ini

hanya rasa syukur yang bisa saya panjatkan...
alhamdulillah...
segala puji bagi Engkau, Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa...

mengawali 26 tahun ini dengan bersujud kepada-Mu di penghujung 1/3 malam terakhir... memanjatkan doa, dengan lebih khusuk dan teliti. berharap segala pinta dan doa dapat ditenun dengan sabar dan lekas bertemu muaranya...

Kamis, 13 April 2017

selamat datang april yang baik

selamat datang bulan april. bulan kelahiran. bulan baik untuk perayaan rasa syukur dalam diri. syukur alhamdulillah pada bulan kelahiran ini kehidupan telah banyak menapaki lika-liku yang mendewasakan. syukur akan pengharapan yang baik masih selalu didengungkan. itu artinya saya masih optimis menjalani kehidupan yang sejatinya semakin cepat berlalu~

sebelumnya saya tak terlalu suka dengan ulang tahun lho, biasa aja gitu. tapi saya selalu senang memberi ucapan kepada teman-teman ketika mereka berulang tahun. panen doa, semoga diaminkan malaikat dan disampaikan kepada YME kemudian dihembuskan satu per satu. sabar, tak perlu terburu-buru. tahun-tahun belakangan saya tak pernah menampakkan tanggal lahir saya di media sosial. namun pada tahun ini tiba-tiba saya ingin menampakkannya, hahaha. iseng.

oke lanjut, bulan ini usia saya akan bertambah secara teknis namun sebenarnya berkurang secara penghambaan. iya, masa penghambaan saya kepada YME tentu akan berkurang, saya hanya berpikir, selalu ingin memperbaiki diri, tetapi memang menuruti langkah-langkah duniawi jauh lebih menyenangkan. bukan, bukan saya melakukan perbuatan tercela, tapi hati yang masih kadang ragu dan bimbang, ragu yang masih sering diliputi suudzon terhadap seluruh rencanaNya. bimbang mengenai segala ketetapanNya. hai hati, bersahabatlah, dan menjadi baiklah...

Senin, 30 Januari 2017

jam makan siang

karena tulisan ini saya tulis pada saat saya sedang makan siang.
membawa bekal masakan sendiri, sederhana, namun memikat di lidah. yaiyalah masakan sendiri siapa lagi yang memuji selain diri sendiri, karena suami pun bakal berkata jujur bilang kurang ini kurang itu meski yang masak istri sendiri. jujur dan apa adanya...telolet...

berbicara mengenai jujur dan apa adanya, saya ingin membahas mengenai jujur dan apa adanya kepada diri sendiri.
setiap diri pasti ingin melakukan aktualisasi diri, entah itu dilakukan dengan cara senyaman masing-masing pribadi. kalau jaman sekarang mungkin dengan update di media sosial. namun jangan sampai, beban untuk update selalu ciamik di media sosial menjadi belenggu bagi diri sendiri. lakukan semampunya, bahagia dengan pencapaian diri. merangkak pelan tapi pasti, tak perlu memaksakan diri sendiri untuk bagaimana-bagaimana...
karena pada ujungnya yang menilai adalah Tuhan Yang Maha Kuasa akan sesuatu, dan kita hanyalah butiran debu.

hehehe.
selamat makan.

Kamis, 26 Januari 2017

selamat datang segala

selamat datang segala...
iya...
selamat datang tahun baru 2017...
selamat datang status aparatur sipil negara, hehehe setelah penantian panjang alhamdulillah saya sudah 100% menjadi seorang ASN. semoga barokah dan amanah, amin. bismillah...

dan satu lagi,
selamat datang hidup baru. ya, hari minggu tanggal 11 desember 2016 yang lalu saya melangsungkan pernikahan bertempat di wisma kagama ugm yogyakarta. alhamdulillah acara berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti...

semoga saya dan suami dapat membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, amin. serta memiliki keturunan yang soleh, solehah. dan doa baik lainnya. amin

Jumat, 02 Desember 2016

berdamai

ada kalanya sebagai manusia kita perlu melewati proses penerimaan yang paling ikhlas.
menerima.
mengalah.
melepaskan.
berdamai.
damai dengan diri sendiri.
dengan orang lain.
dengan masa lalu.
dan dengan segalanya.
upaya memupuk kedamaian percayalah selalu berakhir baik. entah untuk diri sendiri maupun untuk keentahan yang tak pernah bisa terungkap.
percayalah: berdamailah dengan segala suasana.
meski diam, ternyata damai telah bersemayam lama dan begitu ringannya menyelimuti pengharapan.

kedamaian yang hakiki adalah ketika kita mampu memaafkan diri sendiri dan juga orang lain.
meski mungkin pada saat yang tidak bersamaan.

sebait kata yang sempat terucap semoga mampu mengobati segala luka dan duka.
kini, kedamaian masing-masing harus kita rengkuh dan perjuangkan.
selamat berdamai dengan suasana, dengan kenyataan.

terima kasih :)

Selasa, 29 November 2016

Somewhere Only We Know

Suatu hari saya tanpa sengaja mendengarkan lagu ini di dalam sebuah perjalanan...
Kemudian lupa...
Lalu, saya berkesempatan mendengarkan lagu ini kembali lantas mendengarkan liriknya dengan seksama kemudian googling judul lagunya...

Bagus. Satu kata untuk lagu ini. Penuh makna. Dan mungkin hanya pada kedalaman diri sendiri lagu ini mampu direpresentasikan. Larut dan sedikit membuat lelah perasaan.

Bahwa kehidupan selalu penuh rahasia dan kejutan. Sedang kita hanya mampu mengamini segala yang baik dan menolak bahwa kadang ada hal yang kurang baik yang juga bisa saja terus menyapa kita. Entah.
Berangkat dari itu semua, terkadang nurani dengan sadar menebangi segala hal yang tumbuh. Baik itu kebencian maupun kebaikan. Kebencian ditebang dengan kebaikan, kebaikan ditebang dengan keengganan. Sehingga jarak adalah hal yang terbaik untuk saat ini, untuk semua.

Selasa, 22 November 2016

perkara memasak

perkara memasak tidak selamanya mudah, sederhana, dan singkat...
makanan yang nampak mudah, sederhana, dan singkat proses pengerjaannya pun jika belum pernah terjamah akan menjadi sesuatu yang cukup memilukan juga...

yah...

setidaknya ketika lidah sedang jenuh dengan masakan warung selama di perantauan bisa tergantikan dengan hasil masakan sendiri yang kadang pun tidak jelas mau ke arah mana...

intinya, jangan menyerah untuk terus belajar: memasak.

Rabu, 02 November 2016

untuk tidak menjadi seperti itu

untuk tidak menjadi pengecut yang berani ketika beramai-ramai...
untuk tidak menjadi pengecut yang bersuara lantang ketika dirinya merasa aman, paling benar...
untuk tidak menjadi pengecut yang mengenakan topeng kebenaran...
untuk tidak menjadi pengecut yang membohongi diri sendiri...

kebahagiaan adalah dengan mengizinkan diri menjauh dari hal tidak memberikan pengaruh baik.

manusia terlalu bahagia mengaduk-aduk kebahagiaan orang lain dan mengolahnya sedemikian rupa untuk menjadi sebuah kesalahan yang menyenangkan. ketahuilah, kehidupan tidak pernah berbohong. siapa yang menanam, dia pula yang akan menuai.

untuk tidak log in

menjadi hidup di media sosial tidak lantas membuat kita menjadi utuh di kehidupan sosial yang sebenarnya.
saya tengah malas untuk log in di salah satu media sosial yang selama ini cukup aktif saya mainkan, Path. tiba-tiba males. sudah gitu saja. dan ternyata hal tersebut tidak membuat hidup saya rugi. senang sih mainan Path, mengetahui kabar kawan yang sudah tidak pernah sesering dulu kita jumpai, mengetahui bahwa mereka baik-baik saja, tapi ya, kalau memang lagi males ya gimana.
untuk media sosial lain sih masih cukup aktif saya mainkan, hehehe.